DENAH

rumahputih adalah muara dari berbagai arus blog yang sebelumnya terberai berdasarkan “tema” tertentu. dengan template majalah semacam ini, anasir yang berbeda itu disatukan dalam kategori tertentu, meskipun tetap saja tidak berlaku ketat.

bilikasmara misalnya, semula bernaung di blog lingkardiri, berisi kisah-kisah cinta, yang entah kenapa lebih banyak sedih daripada tawa. jika ditanya, apakah itu kisah yang dialami, saya akan menganggukkan kepala. semua kisah, bahkan semua tulisan di blog ini, adalah apa yang saya alami. beberapa saya alami sebelum kisah itu mengkristalkan diri dalam kata dan bahasa, sebagian saya jalani bersamaan dengan terpilihan kata. karena menulis bagi saya adalah mengalami peristiwa yang terceritakan di dalam bahasa, di dalam kata.

dapurbudaya adalah selasar yang memajang tulisan pendek –dan ringan– soal budaya. “kecelakaan sejarah” membuat nyaris lima tahun ini budaya yang saya maksud lebih terfokus pada televisi, realitas yang paling diakrabi masyarakat. dan maafkan, jika tulisan krispi itu sebelum atau sesudahnya tampil di koran atau tabloid. entah mengapa, sampai setua ini, saya masih sangat membutuhkan tenggat untuk memacu otak dan tangan agar bersinergi membentuk barisan ide dan kata. tanpa tenggat dari koran dan tabloid, saya lebih sering berada dalam situasi antara; antara punya ide dan tidak, antara melamun dan bekerja, antara karam dan padam. lho? tenggat memaksa saya menjadi harus. dan harus membuat dapurbudaya pun terisi, meski, seperti tadi, dengan citarasa krispi, tanpa kedalaman.

kamardunia adalah bilik yang menyimpan kekaguman pada sejarah hidup tokoh-tokoh besar. dan untuk menulis biografi yang paling sederhana dari tokoh dunia, bagi saya adalah kerja-kemustahilan. lalu bagaimana kok kamar dunia tetap juga tersaji? sederhana, karena tenggat. bertahun lalu, di tabloid, saya dipaksa untuk menuliskan biografi tokoh-tokoh dunia, karena hasrat beberapa pembaca membutuhkannya, sebagai klipingan di sekolahan. maka kerja-kemustahilan itu pun saya lakukan. hasilnya, dahsyat! “biografi” itu lebih sering dikerjakan dalam pandangan cemas dan marah bagian lay-out, tak lebih dari 30 menit. dan selama lebih dari 3 tahun, kemustahilan itu selalu bisa dilewati.

kamardunia adalah prasasti dari kemustahilan itu, terutama ketika sebuah buku pun lahir, Bayang Baur Sejarah. kini, tiga tahun sesudahnya, kerja-kemustahilan itu benar-benar telah jadi hil yang mustahal.

ruangbaur, sebagaimana namanya, adalah kuali, tempat segala hal teraduk dan tercampur. awalnya diniatkan untuk percikan permenungan. tapi kemudian saya menyadari, termenung atau merenung sudah jadi hal yang terlampau mahal, nyaris tak terbeli. maka, berbagai ide untuk menulis novel, diary, bahkan cerpen-cerpen mini, tetap tinggal sebagai ide. terbengkalai, berbaur dengan masa lalu, juga mimpi…

dan mimpi harus tetap diberikan ruang. agar saya bisa selalu kembali.

serambikisah adalah kisah-kisah tak penting tapi penuh warna. tafsir mimpi yang tak tahu bagaimana bisa terucapkan, ramalan yang entah dengan cara apa bisa diuji kesahihannya. serambikisah tak memuat apa pun, hanya serpihan yang tak menawarkan haus siapa pun!