Doa Kamis Malam

August 8, 2008 · Print This Article

tidurlah, kekasih. tidurlah. pejamkan matamu, ikutkan kantuk yang membujuk. tujulah seberang impian itu, sehingga kau terlelap dalam senyum.

duduk di samping pinggulmu, kukagumi lentik bulu matamu yang rebah. baru kutahu, dalam lelap pun kau bisa begitu indah. keningmu yang bersih, yang selalu kau tempeli punggung tanganku ketika berpamit, begitu bersih. maafkan, jika tak dapat kutahan bibir ini untuk menciumnya.

tapi kekasih, kenapa napasmu mengeras? adakah ciumanku mengganggumu? atau impimu sedikit berjeda? ahh– lama sekali aku tak melihat sempurna tidurmu. biasanya, sehabis bercinta, akulah yang tertidur, dan kamu hanya tersenyum sambil memandangi alisku, yang katamu tebal. sering, sebelum terlelap, kau garisi alisku dengan telunjukmu, dan kau selalu senang kalau aku terganggu. tapi kini, melihat alismu yang tipis, dengan keringat halus yang membeningkan garisnya, wajahmu nyaris seperti sketsa, dengan kehalusan arsir yang sempurna. tuhan barangkali tengah tertawa ketika menciptakanmu. dan pasti Dia juga tengah bersuka, sehingga menjadikan kau bilah rusukku.

aku tak tahu kamu memimpikan apa, sehingga bibirmu membuka. ahh-, jika engkau tidak pulas, pastilah bukaan bibir itu kuanggap sebagai undangan untuk menciummu. engkau tahu sayang, menciummu adalah mendapatkan kesegaran, kelembutan alamiah. kekenyalan yang mendatangkan ricik air di kali bening, hujan tipis berkabut, dan… berahi. tapi kamu, ahh– selalu menakaliku tiap berciuman. selalu kau tarikkan bibirmu, tersenyum, menikmatiku yang sesaat terbebas dari nikmat. “aku suka melihatmu seperti haus…” bisikmu, sebelum kulekapkan bibirmu.

tidurlah kekasih, tidurlah. malam ini kuwakafkan waktu untuk menjagamu. akan kumanterai ubun-ubunmu, dengan doa-doa jutaan tahun, agar cinta kita terikat, seperti takdir adam dan hawa yang selalu merapat. akan kurajahi dahimu dengan isim yusuf, sehingga cahaya cinta zulaikha menapasimu.

tidurlah kekasih, tidurlah. jemputlah impimu, dan ceritakan padaku, nanti. karena kutahu, dalam mimpimu pun, kita selalu bersatu. tidurlah cintaku, bilah rusukku, ibu anak-anakku, lelaplah….

Comments

RSS feed | Trackback URI

6 Comments »

Comment by maya
2008-08-15 15:40:49

indah banget :)

 
Comment by Aulia A Muhammad
2008-08-16 12:57:51

@maya: maturnuwun, jeung

 
Comment by josephira
2008-08-25 13:16:55

Waw…sangat menyentuh

Comment by Aulia A Muhammad
2008-08-25 13:22:50

bagian manna ya?

 
 
Comment by Muhajir Arrosyid
2008-08-29 11:17:27

Sayang aku belum punya istri mas jadi belum bisa buat puisi yang kayak gitu! Jadi ingin segera punya istri!

Comment by Aulia A Muhammad
2008-08-29 11:52:51

buatlah untuk kekasihmu. dan jika tak ada juga, buatlah untuk tuhanmu, jir…

 
 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post